Sangat senang sekarang sepedaan pakai MTB ku, nggak susah cari lokasi off-road, keluar komplek langsung dapet off road walaupun katanya jalan propinsi….Lubang di jalan itu bak penyakit kulit menular, kalau nggak cepet diobati pasti akan tambah melebar, apalagi semakin di garuk…..tambah banyak bopengnya…….
Karena frustasi warga yang memuncak, banyak warga yang kelewat kreatif menyikapi jalan berlubang, ada ide ide teatrikal yang bisa membuat kita tertawa melupakan sejenak shock breaker kita yang hampir patah ke jeblos lubang di jalan. Tapi sepertinya bapak ibu kita yang terhormat di dewan & balaikota susah mendengar & melihat, mungkin harus kita subsidi dengan cotton bud & tetes mata…..
Semua ini buah dari dilema dari bangsa kita yang berkembang atau memang pemimpin pemimpin kita yang kurang cakap dan belum mampu ngurusin bangsa ? atau faktor alam yang paling gampang untuk di kambing hitamkan….terlepas dari semua itu mungkin kita lebih baik bercermin pada waktu krisis moneter beberapa tahun lalu, siapa yang mampu bertahan waktu itu ? ‘rakyat kecil’ yang telah bertahun tahun biasa dihantam penderitaan, dan malahan mampu men-support konglo-konglo dengan menyumbangkan harta nya yang sedikit itu untuk BLBI.
Akankah di krisis sekarang akan terulang lagi, baru untuk jalan berlobang aja sepertinya susah banget solvingnya, apalagi kalau ngurusin makronya…..mungkin kita sudah bagian dari ‘penyakit jantung’ karena aliran darahnya sedang tersendat sendat jalannya karena pembuluhnya banyak lobangnya. Bagi ‘rakyat jelata’ penyembuhannya cukup dengan pengobatan alternatif dan banyak doa (manjur lho malahan…), tapi bagi pemerintah biasa perlu ‘anggaran khusus’ untuk ke ‘cardiolog’ yang njlimet dan penuh prosedur……..keburu jalannya sudah rata lagi karena lubang semua…….
Di Islam ada statement ‘pemimpin harus bertanggung jawab walaupun untuk 1 pohon yang mati’ , hari ini di koran Tempo sudah ada 35 nyawa orang melayang gara gara jalan berlobang yang sudah menjadi lobang berjalan……. atau semua ini tak menggerakkan hati kita yang sudah terbiasa dengan bencana hebat…..
Bos bos….tolonglah kami, jalan aja dulu dibenerin…..jangan mikirin pemilu aja….



4 tanggapan so far ↓
Hedwig™ // Maret 19, 2008 pada 2:42 am |
Welcome to Depok. Infrastructure yang amburadul adalah fiture yang ditawarkan
budibill // Maret 19, 2008 pada 2:48 am |
kebanyakan profesor mikir terus sampai lupa dipraktekin………
supri // Maret 19, 2008 pada 3:16 am |
Kritik ke pemerintah dan penguasa sangatlah perlu.
Perhatian sekecil apapun dengan kemampuan yang kita miliki juga perlu.
Yuk benahi bersama-sama
bejozz // Maret 19, 2008 pada 8:05 am |
jalan berlobang, kalo pasca musim hujan mang udah tradisi… sepertinya belum ada tanda2 dari pemerintah untuk memperbaiki. Mungkin nunggu ada pejabat yang mobilnya kejeblos di lobang, baru dibenerin.. he eh ehe.